Pengertian Hutang Usaha: Ciri Ciri, Pola Dan Perlakuan Akuntansinya

Sama dengan hutang pada umumnya. Utang perjuangan yakni kewajiban yang harus segera dilunasi. Sekilas nampak sederhana. Hanya sekedar hutang. Namun ternyata banyak ditemui yang salah mengartikan. Dikiranya semua hutang sama saja. Padahal jenis hutang banyak macamnya.

Diartikel ini akan dibahas: utang perjuangan secara mendalam. Juga ciri ciri yang membedakan dengan utang yang lain. Juga kaitannya dengan wesel. Dan tentu saja: perlakukan akuntansi dan juga contohnya.

Pengertian Hutang Usaha

 Utang perjuangan yakni kewajiban yang harus segera dilunasi Pengertian Hutang Usaha: Ciri Ciri, Contoh dan Perlakuan Akuntansinya

Pengertian hutang perjuangan atau utang dagang (account payable) yakni kewajiban yang harus segera dibayarkan (lancar) dalam jangka waktu singkat yang muncul alasannya transaksi pembelian secara kredit. Barang atau jasa. Yang berafiliasi dengan acara operasional perusahaan.

Yang paling penting yang terakhir itu: berafiliasi dengan acara perjuangan pokok perusahaan. Sesuai dengan namanya"hutang usaha" atau disebut juga dengan hutang dagang. Jika ada hutang selain itu: dipastikan namanya bukan utang perjuangan lagi. Tapi jenis utang yang lain.

Misalnya:
  1. Perusahaan dagang: pembelian barang jadi secara kredit
  2. Perusahaan manufaktur: pembelian materi baku dan materi penolong secara kredit
  3. Perusahaan jasa: pembelian materi baku operasional jasa.
Contoh hotel: pembelian sandal hotel, sabun dan alat operasional lain. Secara kredit.

Contoh lagi: perusahaan kontraktor bangunan. Yang termasuk hutang dagang bagi kontraktor yakni pembelian kredit ini: pasir, watu bata, besi, genteng, cat tembok, kayu/papan, semen dan juga materi bangunan lainnya.

Jika kontraktor itu membeli dump truck secara kredit untuk operasional angkutan? Tidak! itu bukan utang usaha. Tapi utang jangka panjang.

Bagi kontraktor: pembelian dump truck itu yakni investasi. Diakui sebagai aktiva tetap. Nominalnya material. Dan yang penting ini: jangka waktu pembayarannya lama. Lebih dari satu tahun buku. Idealnya, jatuh tempo utang perjuangan itu singkat. Tidak lebih dari satu tahun. Dan yang lebih penting lagi: dump truck tersebut tidak untuk dijual kembali. Nanum untuk digunakan sendiri.

Tetapi, misalnya, yang membeli dump truck secara kredit tadi itu yakni perusahaan dealer mobil. Yang tujuannya yakni untuk dijual lagi. Yang akan dijadikan persediaan barang dagang oleh mereka. Maka itu lain soal, pembelian kredit itu yakni utang usaha. Bagi mereka.

Ciri Ciri Utang Usaha

Agar anda bisa membedakan mana utang perjuangan dan mana yang bukan. Ada beberapa ciri dari utang usaha. Yang membedakan dengan utang jenis lainnya. Saya menemukannya 4 ciri. Seperti ini:

 Utang perjuangan yakni kewajiban yang harus segera dilunasi Pengertian Hutang Usaha: Ciri Ciri, Contoh dan Perlakuan Akuntansinya

1. Tidak disertai surat perjanjian formal

Utang piutang tidak disertai surat perjanjian? tidak takut ketipu?

Hutang perjuangan memang tidak pakai surat perjanjian tertulis. Cukup mengandalkan: rasa saling percaya. Antara penjual dan pembelinya. Biasanya, orang akan dipercaya kalau sudah kenal. Maksudnya, sudah menjadi langganan tetap.

Bukti utang piutang perjuangan hanya mengandalkan faktur penjualan saja. Sekali lagi: tidak pakai surat tertulis.

Bagaimana kalau ada surat tertulis?

Pertanyaan ini penting. Jika ternyata terdapat pernyataan tertulis. Maka tidak disebut dan tidak dicatat sebagai utang usaha. Tetapi menjadi: hutang wesel. Atau wesel bayar.

Walaupun wesel bayar dan utang perjuangan yakni sama sama utang lancar. Tetapi keduanya berbeda. Pencatatan dan perlakuannya berbeda. Karena sifatnya berbeda.

2. Terjadi berulang ulang

Kebanyakan, utang perjuangan terjadi terus menerus. Berulang ulang. Pembelian barangnya, juga krediturnya. Atau supplier yang dihutanginya. Semuanya sama dan berulang.

Mungkin, inilah alasan mengapa surat perjanjian utang piutang resmi tidak dibutuhkan. Pembelian kredit hanya bermodalkan faktur/nota penjualan saja sudah dirasa cukup.

Dengan transaksi yang berulang ulang. Kedua belah pihak akan sering ketemu. Akan sering kontak. Lalu kenal lebih dekat. Satu sama lain. Juga sama sama tahu kemampuan masing masing. Kalau sudah begitu: hasilnya saling percaya.

Contohnya? Banyak. Hampir ditemukan disetiap usaha. Dibanyak tempat.

Misalnya, perusahaan mebel sofa. Yang salah satu materi bakunya yakni kain. Perusahaan mebel ini, umumnya, sudah punya pemasok kain sendiri. Bisa satu pemasok. Atau bisa lebih. Dan sudah langganan.

Setiap ada kebutuhan kain. perusahaan akan menghubungi pemasok langganannya dulu. Jika tidak ada, akan menghubungi pemasok langganan yang lain. Jika masih belum ada. Baru memesan kain ditempat lain. Yang bukan langganannya.

Jika memesan kain dipemasok langganan? Boleh kredit?

"Oh iya gapapa, bulan depan dibayar ya, menyerupai biasanya". Mungkin begitu kata pemasoknya. Kemungkinan boleh, alasannya sudah sering beli disana. Dan alasannya tahu kemampuan bayarnya.

Jika memesan kain ditempat lain yang bukan langganan? Boleh kredit?

Tentu anda sudah tahu jawabannya. Orang masih tidak kenal. Baru pertama beli. Atau jarang beli. Penjual juga tidak tahu kemampuan bayar pelanggan barunya itu. Kemungkinannya: Harus beli tunai. Tidak boleh hutang.

Kalaupun boleh hutang: harus pakai surat perjanjian resmi. Kalau sudah begitu: bukan utang perjuangan lagi. Tapi utang wesel.

3. Jatuh tempo yang singkat

Karena utang perjuangan yakni salah satu jenis utang lancar. Jatuh temponya, harusnya cepat. Maksimal dihentikan lebih dari satu tahun buku. Begitu aturannya berdasarkan akuntansi.

Bagaimana kalau tidak singkat? Bukan hutang lancar lagi namanya. Bukan hutang perjuangan lagi namanya. Kelasnya sudah lain. Sudah masuk golongan hutang tidak lancar. Atau hutang jangka panjang.

Biasanya. Lama "singkat"nya itu dalam rentang waktu 10 hari. Atau 15 hari. Atau 1 Bulan. Atau 3 bulan.

Kenapa harus singkat? tentu saja alasannya kebijakan si pemberi kredit. Pembeli: sukur sukur diberi hutangan.

Tapi juga alasannya ini: barangnya akan segera digunakan lagi. Atau diproses lagi. Atau segera dijual lagi. Yang hasilnya mendapatkan uang lagi.

Artinya: uangnya muter lagi dalam waktu yang singkat.

Maka dari itu: pemasok juga menawarkan tempo yang singkat juga. Selain juga: alasan kepentingan arus kas pemasok itu sendiri.

4. Ada penggalan harga


Tunggu dulu. Potongan harga?

Membeli secara kredit. Alias ngutang. Kok malah dikasih diskon? Bukannya malah dikasih bunga?

Sebenarnya ini bukan ciri ciri pasti. Karena tanpa ada penggalan harga sekalipun, sudah bisa disebut dengan utang lancar. Saya cantumkan hanya untuk embel-embel saja. Bahwa seringkali: pemasok menawarkan penggalan harga kepada pembeli. Walaupun membelinya pakai hutang.

Dan tidak jarang: diskonnya tunai. Langsung dipotong harganya.

Tapi lebihh banyak lagi penggalan yang bersyarat. Ada dan ketentuan berlakunya. Terutama masa kadaluarsa diskonnya.

Diskon utang perjuangan ini ternyata ada umurnya. Misalnya dalam faktur pembelian ada goresan pena ini: 2/10, n/30.

Artinya: jatuh tempo pembayaran pembelian kredit tersebut selama 30 hari (n/30). Dan penjual menawarkan diskon sebesar 2 persen dari harga jual. Tapi diskon itu diberikan apabila pembeli membayar dalam waktu tidak lebih dari 10 hari. Setelah tanggal transaksi (2/10).

Jika ternyata utang itu dibayar sesudah hari ke-10. Maka diskon tidak berlaku lagi. Alias hangus. Atau tidak mendapatkan penggalan harga.

Mengapa pemasok memberi diskon? tidak menambah bunga? apa tidak rugi?

Pemberian diskon tentu sudah masuk kedalam hitung hitungan pemasok. Tidak akan rugi. Alasan memberi diskon memang macam macam. Tergantung kebijakan pemasok itu sendiri.

Namun alasan yang paling masuk nalar yakni pemasok ingin pembeli yang loyal. Yang membeli materi bakunya kepada mereka semua. Secara terus menerus. Semua ini alasannya ada persaingan.

Satu perusahaan niscaya mempunyai banyak pemasok. Antar pemasok ini akan bersaing. Agar barangnya terbeli.

Pemasok sadar, pembeli akan mengambil harga yang paling murah. Maka mereka berlomba menurunkan harga. Juga memudahkan cara pembayarannya. Yaitu dengan menawarkan kredit. Bahkan menawarkan diskon harga juga. Tanpa bunga. Agar perusahaan itu tertarik membeli dagangannya. Tentu saja disertai dengan ketentuan berlaku. Agar mereka tidak rugi.

Perlakuan Akuntansi Hutang Usaha

Perlakuan hutang dagang sama dengan hutang jenis yang lain. Bersaldo disisi kredit.

Jika perusahaan membeli materi baku secara kredit. Dan mendapatkan fakur dari pemasok. Maka faktur itu ditambahkann kedalam akun hutang dagang. Dicatat sesuai dengan nominal di fakturnya. Sebesar harga belinya. Dikurangi penggalan harga. Jika ada penggalan tunai langsung.

Bagaimana kalau ada PPN (Pajak Pertambahan Nilai) atas pembelian kredit tersebut? maka hutang dagang termasuk PPN

Jika pembelian kredit tersebut barang masih belum tersedia, alias masih dipesan. Utang perjuangan tidak dicatat ketika pemesanan dilakukan. Utang perjuangan dicatat ketika barang sudah benar benar dikuasai oleh pembeli.

Dan akhirnyah utang dagang akan dihapus ketika sudah dibayarkan.

Contoh Soal Hutang Dagang

Tanggal 12 Juli 2019. CV Inti Makmur membeli 5 lemari jati senilai @ 3.000.000 secara kredit kepada CV IDA. Untuk persediaan barang dagangnya. Term pembayarannya: 2/10, n/30.

8 hari kemudian. CV Inti Makmur melunasi hutang dagang lemari tersebut.

Maka pencatatan jurnalnya akan menyerupai ini:



Catatan:
Pembayaran hutang dagang tidak selalu dengan uang tunai (kas) tapi bisa juga dengan wesel bayar.

Hah? wesel bayar?

Iya. Wesel bayar yakni akad tertulis untuk membayar hutang yang dimiliki.

Janji? Iya.

Hutang dibayar dengan akad tertulis (wesel). Artinya: hutang dibayar dengan hutang. Bisa juga diartikan: hutang utang perjuangan dikonversikan menjadi hutang wesel.

Hal ini bisa saja terjadi. Dan bahkan sudah sangat sering terjadi.

Perusahaan menerbitkan wesel alasannya tidak mempunyai cukup uang. Untuk membayar hutang usahanya. Kali ini hutangnya harus tertulis. Resmi.

Bukan berdasarkan faktur lagi. Bukan asas: rasa saling percaya lagi.

Misalnya, dicontoh soal yang tadi. Hingga final jatuh tempo, CV Inti Makmur ternyata tidak mempunyai uang. Dan mengeluarkan wesel bayar untuk menutupi utang dagangnya.

Pencatatan jurnalnya begini:

Dengan beralihnya hutang dagang ke hutang wesel (wesel bayar) ini. Maka sudah niscaya CV Inti Makmur tidak akan mendapatkan penggalan harga. Bahkan bisa dikenakan bunga oleh CV Ida.

Perlu Buku Besar

Pencatatan hutang perjuangan memerlukan buku besar. Buku besar ini untuk mempermudah pencatatan. Setiap pemasok punya bukunya masing masing. Dicatat secara terpisah diantara pemasok. Agar utang perjuangan antar pemasok tidak tercampur. Karena jumlah pemasok yang banyak.

Sekaligus memudahkan pengecekan: jatuh tempo, diskon dan juga masa aktif diskonnya. Namun kini sudah banyak software akuntansi untuk mengaturnya, Yang sangat gampang dan efektif.

Contohnya menyerupai ini:
 Utang perjuangan yakni kewajiban yang harus segera dilunasi Pengertian Hutang Usaha: Ciri Ciri, Contoh dan Perlakuan Akuntansinya

Utang perjuangan perlu menerima perhatian khusus. Karena nilainya material. Dan sangat mempengaruhi operasional perusahaan. Dan juga arus kas perusahaan. Terlebih lagi: ada banyak kasus kekerabatan dengan supplier menjadi rusak. Bahkan ada yang berakhir di meja hijau.

Terkadang, problem itu muncul bukan alasannya niat buruk perusahaan. Bukan niat tidak ingin membayar. Tapi alasannya pencatatannya. Dan juga kontrolnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Hutang Usaha: Ciri Ciri, Pola Dan Perlakuan Akuntansinya"

Posting Komentar