Makalah Perihal Konsep Pembelajaran

Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT Makalah wacana Konsep Pembelajaran

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami sanggup menuntaskan penyusunan makalah yang berjudul “Makalah Konsep Pembelajaran”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu kiprah yang diberikan dalam mata kuliah Belajar dan Pembelajaran di Universitas Negeri Makassar.

Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini penulis memberikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menuntaskan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memperlihatkan kiprah dan petunjuk kepada kami, sehingga kami sanggup menuntaskan kiprah ini.

Makassar, Mei 2012


Tim Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
B. Rasional CBSA Dalam Pembelajaran
C. Kadar CBSA
D. Kelebihan dan Kekurangan CBSA
E. Rambu-Rambu Penyelengaraan CBSA
F. Evaluasi Belajar dan Pembelajaran

BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu kiprah utama guru, dimana pembelajaran sanggup diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Untuk sanggup membelajarkan siswa, salah satu cara yang sanggup ditempuh oleh guru ialah dengan menerapkan pendekatan CBSA. Pendekatan ini merupakan merupakan pendekatan pembelajaran yang tersurat dan tersirat dalam kurikulum yang berlaku.

CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap materi yang dipelajari. CBSA menuntut keterlibatan mental yang tinggi sehingga terjadi proses-proses mental yang berafiliasi dengan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomolorik. Melalui proses kognitif pembelajaran akan mempunyai penguasaan konsep dan prinsip. Akan tetapi dengan CBSA para pembelajar sanggup melatih diri menuntaskan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Tidak untuk dikerjakan di rumah tetapi dikerjakan dikelas secara bersama-sama 

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka disusun rumusan duduk kasus sebagai berikut :
“Bagaimanakah CBSA konsep pembelajaran?” 

C. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan Manfaat dari makalah yang kami sajikan berikut ini yaitu :
1. Mengetahui bagaimana konsep pembelajaran
2. Mengetahui kebaikan dan kelemah satu Sistem CBSA

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) yaitu suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa, yang merupakan inti dari kegiatan belajar. Keaktifan berguru terjadi dan terdapat pada semua perbuatan belajar, tetapi kadarnya yang berbeda tergantung pada jenis kegiatanya, materi yang dipelajari dan tujuan yang hendak dicapai. Kegiatan tersebut diwujudkan dalam banyak sekali bentuk, menyerupai : mendengarkan, berdiskusi, menciptakan sesuatu, menulis laporan, memecahkan masalah, menyusun rencana, dan lain lain.

Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu system berguru mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental, intelektual, dan emosional guna memperoleh hasil berguru yang berupa perpaduan antara mata kognitif, afektif, dan psikomotorik. Setiap kegiatan menuntut siswa untuk terlibat secara langsung dan menuntut keterlibatan intelektual-emocional siswa melalui proses asimilasi, dan kemudahan kognitif untuk menyebarkan kemampuan untuk menyebarkan pengetahuan, tindakan, serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk ketrampilan (motorik, kognitif, dan sosial), penghayatan serta internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni, 1980, hal.2)

Pendekatan sistem pembelajaran sanggup diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan wacana terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
2. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach) 

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam taktik pembelajaran dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur taktik dari setiap usaha, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan memutuskan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya

2. Mempertimbangkan dan menentukan jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai tujuan

3. Mempertimbangkan dan memutuskan langkah-langkah (steps) yang akan ditempuh semenjak titik awal hingga mencapai sasaran

4. Mempertimbangkan dan memutuskan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengetahui/menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha

Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu sistem berguru mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental, intelektual dan emocional guna memperoleh hasil berguru yang berupa perpaduan antara matra kognitif, motorik, afektif, dan psikomotorik. ( A.Yasin, 1984, hal 24) 

B. Rasional CBSA Dalam Pembelajaran
Siswa didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan, yakni sebagai obyek pembelajaran dan sebagai subyek yang belajar. Siswa sebagai subyek dipandang sebagai insan yang potencial sedang berkembangn, mempunyai keinginan – keinginan, harapan, dan tujuan hidup, aspirasi dan motivasi dan banyak sekali kemungkinan potensi lainnya. Siswa sebagai subyek dipandang sebagai yang mempunyai potensi yang perlu dibina, diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik), contohnya melalui suasana kekeluargaan, keterbukaan dan bernafsu serta bervariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan.

Penerapan dan pendayagunaan konsep CBSA dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dan sekaligus sebagai keharusan dalam kaitannya dengan uapaya merealisasikan Sistem Pendidikan Nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yang pada giliranya berimplikasi terhadap system pembelajaran.

Cara berguru siswa aktif tersebut sanggup berlangsung dengan efektif, bila guru melaksanakan kiprah dan fungsinya secara aktif dan kreatif, mendorong dan membantu serta berupaya mempengaruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berguru yang telah ditentukan.

Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa, melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswa.
Beberapa kegiatan yang sanggup dilakukan oleh guru ialah;
1. menyiapkan lembar kerja,
2. menyusun kiprah bersama siswa,
3. memperlihatkan informasi wacana kegiatan yang diulakukan,
4. memperlihatkan santunan dan pelayanan apabila siswa menerima kesulitan,
5. memberikan pertanyaan yang bersifat asuhan,
6. membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum,
7. memperlihatkan santunan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lamban,
8. menyalurkan talenta dan minat siswa,
9. mengamati sikap aktifitas siswa.

Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan, bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi pasif, melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendominisi siswa menghambat perkembangan potensinya. Guru bertindak sebagai guru inquiry dan fasilitator. 

C. Kadar CBSA
Kadar CBSA ditandai oleh semakin banyaknya dan bervariasinya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses berguru mengajar. 

D. Kebaikan dan Kelemahan CBSA
a. Kebaikan CBSA
Kebaikan-kebaikan CBSA, yang dikemukakan oleh T. Raka Joni bahwa,
1. Ditunjukan melalui keberanian memperlihatkan urung pendapat tanpa secara pribadi diminta.
2. Keterlibatan mental di dalam kegiatan-kegiatan berguru yang telah berlangsung yang ditunjukan dengan peningkatan diri kepada tugas.
3. Belajar dengan pengalaman langsung indicator dari CBSA.
4. kekayaan bentuk dan variasi alat kegiatan berguru mengajar.
5. Kualitas interaksi antar siswa.

b. Kelemahan CBSA
Beberapa kelemahan dari CBSA berdasarkan Oemar Hamalik;
1. Tidak menjamin dalam melaksanakan keputusan.
2. Diskusi tak sanggup diramalkan.
3. Memasyarakatkan biar siswa mempunyai keterampilan berdiskusi yang diharapkan secara aktif.
4. Membentuk pengaturan fisik dan jadwal yang luwes.
5. Dapat menjadi palsu jikalau pemimpin mengalami kesulitan mempertemukan banyak sekali pendapat.
6. Dapat didominasi oleh seseorang atau sejumlah siswa sehingga beliau menolak pendapat penerima lain. 

E. Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA
Hakikat CBSA yaitu keterlibatan intelektual-emosional siswa secara optimal dalam proses pembelajaran; dan setiap proses sanggup menemukan kadar CBSA dari suatu proses pembelajaran, maka perlu mengenal terlebih dahulu rambu-rambu penyelenggara CBSA . yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA yaitu gejala-gejala yang tampak pada sikap siswa dan guru baik dalam aktivitas maupun dalam proses pembelajaran.

Rambu-rambu yang dimaksud yaitu :
1) Kuantitas dan kualitas pengalaman yang membelajarkan
2) Prakarsa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat, keinginan, dan dorongan-dorongan yang ada pada dirinya
3) Keberanian dan keinginan siswa untuk ikut serta dalam proses pembelajaran
4) Usaha dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran
5) Keingintahuan yang ada pada diri siswa
6) Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa
7) Kuantitas dan kualitas perjuangan yang dilakukan guru dalam membina dan mendorong keaktifan siswa
8) Kualitas guru sebagai inovator dan fasilitator 

F. Evaluasi Belajar Dan Pembelajaran
1. Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi hasil berguru yaitu keseluruhan kegiatan pengukuran, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk menciptakan keputusan wacana tingkat hasil berguru yang dicapai oleh siswa sehabis melaksanakan kegiatan berguru dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

2. Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran yaitu penilaian terhadap proses berguru mengajar diarahkan pada komponen-komponen system pembelajaran.

3. Pengartian, kedudukan dan syarat-syarat umum evaluasi
a. Pengertian Penilaian
Penilaian yaitu suatu upaya untuk mengetahui berapa banyak hal-hal telah dimilik oleh siswa dari hal-hal yang telah diajarkan oleh guru. Pengertian ini mengambarkan bahwa pengukuran bersifat kuantitatif.

b. Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan
Menurut Schwartz dkk, penilaian yaitu suatu aktivitas untuk memperlihatkan pendapat dan penentuan arti atau kaidah suatu pengalaman. Pengalaman yaitu pengalaman yang diperoleh berkat proses pendidikan. Proses tersebut tampak pada perubahan tingkah laris atau teladan kepribadian siswa

c. Syarat-syarat Umum Evaluasi
Penilaian yang akan dilaksanakan harus memenuhi persyaratan atau criteria sebagai berikut:
1. Memiliki validitas
2. Mempunyai reliabilitas
3. Objektivitas
4. Efisiensi
5. Kegunaan/kepraktisan
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan makalah ini kami sanggup menarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran ditemukan adanya dua pelaku, guru berinteraksi dengan siswa, yang keduanya mencapai tujuan pembelajaran atau sasaran berguru yang serupa. Kadar CBSA dalam interaksi tersebut berbeda-beda. Pembelajaran ber-CBSA baik berciri (i) pembelajaran berpusat pada siswa, (ii) guru bertindak sebagai pembimbing pengalaman belajar, (iii) orientasi tujuan pada perkembangan kemampuan siswa secara utuh dan seimbang, (iv) pengelolaan pembelajaran menekankan pada kreativitas siswa, dan (v) optimalisasi kadar CBSA tersebut sanggup diprogramkan dalam desain instruksional (persiapan mengajar) guru. Pembelajaran ber-CBSA merupakan wujud kegiatan atau unjuk kerja guru. Hampir sanggup dikatakan bahwa guru profesional diduga berkemampuan mengelola pembelajaran berkadar CBSA tinggi. 

DAFTAR PUSTAKA
https://makalahmanajemenpemasarann.blogspot.com//search?q=makalah-tentang-konsep-pembelajaran
Hamalik, Oemar. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Dimyati, Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud
www.google.co.id 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makalah Perihal Konsep Pembelajaran"

Posting Komentar