Mengapa Kita Memakai Uang


Pada masyarakat yang masih primitif, insan hanya memakai barang yang dihasilkan sendiri. Mereka berproduksi untuk dikonsumsi sendiri. Masyarakat yang demikian disebut masyarakat subsisten.



Semakin lama, kebutuhan insan semakin meningkat dan bermacam-macam sehingga tidak bisa lagi dipengaruhi denga kemampuan sendiri. Untuk sanggup memenuhi kebutuhannya., insan memerlukan orang lain. Hal tersebut terlihat terang pada pertukaran. Pertukaran yaitu aktivitas saling menukarkan barang-barang yang dibutuhkan.



Sebelum ada uang, insan melaksanakan pertukaran barang dengan cara barter. Artinya, suatu barang ditukarkan dengan barang lainnya.



Contoh Barter


  1. Seorang petani memerlukan cangkul. Untuk mendapat cangkul tersebut, petani sanggup menukarkannya dengan beras.
  2. Didik membutuhkan seekor ayam, tetapi di hanya memiliki sebuah biar bisa ditukarkan dengan durian yang ia miliki. Akan tetapi, asuh belum tentu bisa menukarkan duriannya dengan ayam tersebut lantaran pemilik ayam belum tentu bersedia melaksanakan pertukaran. Hal itu bisa saja terjadi. Misalnya, pemilik ayam tidak ingin menukarkan ayamnya dengan durian atau pemilik ayam menganggap durian. Didik terlalu kecil untuk ditukarkan dengan ayamnya.


Dari kedua pola diatas, sanggup diketahui bahwa pertukaran seorang tukar barang mengandung banyak kesulitan. Pertukaran secara tukar barang sanggup berlangsung apabila evaluasi terhadap barang yang akan dipertaruhkan oleh masing-masing pemiliknya sudah sesuai.



Karena pertukaran secara tukar barang mengandung banyak kesulitan, maka untuk mempermudah mendapat barang yang diinginkan, insan memakai barang perantara. Barang mediator yang dipakai antara lain beras, besi, senjata, kulit binatang, biri-biri, gandum, jagung, anggur, kuningan, tembaga, perak, dan emas.













Kembali kepada pola Didik di atas. Karena untuk menukarkan buah durian dengan seekor ayam terasa sulit, maka Didik sanggup terlebih dahulu menukarkan duriannya dengan beras. Barulah beras tersebut ditukarkan dengan ayam. Karena beras banyak dibutuhkan, maka menukarkan beras dengan ayam relatif lebih mudah. Oleh kerena itu, pemilik ayam akan menukarkan ayamnya relatif lebih mudah. Oleh lantaran itu, pemilik ayam akan rela menukarkan ayamnya dengan beras alasannya yaitu ia yakin bahwa beras lebih gampang ditukarkan dengan durian daripada ayam ditukarkan dengan durian.



Benda jenis logam merupakan barang yang paling banyak dipakai sebagai alat tukar, menyerupai perak dan emas.



Untuk membawa alat tukar yang terbuat dari logam dalam jumlah banya tentu berat dan sulit. Oleh lantaran itu, orang mulai me
  1. Seorang petani memerlukan cangkul. Untuk mendapat cangkul tersebut, petani sanggup menukarkannya dengan beras.
  2. Didik membutuhkan seekor ayam, tetapi di hanya memiliki sebuah biar bisa ditukarkan dengan durian yang ia miliki. Akan tetapi, asuh belum tentu bisa menukarkan duriannya dengan ayam tersebut lantaran pemilik ayam belum tentu bersedia melaksanakan pertukaran. Hal itu bisa saja terjadi. Misalnya, pemilik ayam tidak ingin menukarkan ayamnya dengan durian atau pemilik ayam menganggap durian. Didik terlalu kecil untuk ditukarkan dengan ayamnya.
mikirkan pembuatan alat tukar dari logam yang lebih praktis. Inilah cikal bakal adanya uang logam. Kemudian sesuai perkembangan peradaban memakai uang kertas.



Syarat-Syarat Barang Perantara (Uang)


Syarat-Syarat benda yang dipilih sebagai barang mediator dalam pertukaran yaitu sebagai berikut:

  1. Disenangi umum, artinya benda tersebut dalam penggunaanya sanggup diterima secara umum/baik sebagai alat pembayaran, alat penimbun kekayaan, alat mencicit utang, maupun sebagai alat penukar dalam memperoleh barang dan jasa.
  2. Tahan lama, maksudnya benda tersebut tidak musah rusak.
  3. Praktis dipindah-pindahkan, maksudnya benda tersebut sanggup dibawa ke mana-mana dengan mudah.
  4. Kualitas barang hampir sama di seluruh tempat.
  5. Praktis dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai keseluruhannya.
  6. Praktis disimpan.











Sumber: Buku Ekonomi. Suyanto. Nurhadi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Kita Memakai Uang"

Posting Komentar