Sejarah Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional sudah terjalin semenjak masa kuno, ribuan tahun sebelum Masehi. Ditemukannya peninggalan barang0barang buatan Sumeria di Mesir, ataupun buatan Babilonia di pesisir Laut Tengah menjadi bukti adanya perdagangan antar kerajaan. Kemungkinan besar, transaksi dilakukan dengan cara barter, meskipun ada juga yang sudha memakai mata uang dari logam ataupun perak.
 
Wilayah perdagangan internasional masa kuno mesih terbatas. Alasan utamanya ialah internasional masa kuno masih terbatas. Alasan utamanya ialah transportasi. Perjalanan jauh, entah lewat darat ataupun laut, amatlah mahal dan penuh risiko. Lambat laut, perkembangan tekonologi transportasi, terutama pelayanan, menunjang semakin meluasnya wilayah perdagangan internasional.
 
Perdagangan Internasional Abad Petengahan
Sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi, perdagangan di Eropa lambat laun berkembang, terutama selama masa ke-12 dan 13. untuk menjamin keamanan perdagangan jarak jauh, para pedagang membentuk semacam asosiasi yang melindungi pedagang yang bepergian ke luar negeri. Jalur utama perdagangan jarak jauh dikala itu melawan tempat Baltik, sepanjang timur dan tengah wilayah Mediterania, hingga ke belahan utara Eropa. Selanjutnya tempat timur Meditrania menjadi penghubung denga Asia.
 
Barang dagang asal Baltik berupa materi mentah, menyerupai kayu, tir, bulu dan kulit binatang. Sedangkan dari Asia berdatangan barang mewah, menyerupai rempah-rempah, berlian dan kain sutera.
 
Dalam proses transaksi, wilayah barat Eropa mengekspor bahan0bahan mentah kemudian mengolahnya menjasi barang jadi untuk dijual. Inggris menjual pakaian wol, Belanda mengatakan ikan yang telah telah diasinkan, Spanyol memproduksi wol, dalam sebelah selatan Eropa menjual aggur, buah-buahan, dan minyak.

Meskipun perdagangan mulai ramai, relasi dagang antara Asia dan Eropa masih terbatas. Alasannya, biaya perjalanan lintas benua masih dirasa amat mahal. Selain itu, Asia menganggap Eropa belum terlalu bernilai sebagai wilayah ekspor.

Perdagangan Internasional Masa Penjelajahan Samudera
Kawasan Eropa masa le-15 dan 16 ditandai oleh perdagangan teknologi pelayaran dan navigasi. Muncul kepal-kapal berdaya muat besar. Lengkap dengan perlengkapan militer untuk perlindungan. Perkembangan ini menjadikan semakin mungkin pengangkutan barang dagang dalam jumlah banyak ke tempat jauh dengan biaya jauh lebih murah.

Perkembangan pelayaran dan navigasi mempercepat meluasnya perdagangan internasional. Perluasan semakin dipacu oleh inovasi wilayah baru, menyerupai Amerika, dan jalur pelayaran gres ke Asia, melewati Tanjung Harapan. Ditemukannya Amerika memunculkan barang dagang gres , yakni tembakau dan kayu gelondongan.

Perkembangan yang marak itu memunculkan bentuk gres perdagangan internasional. Bentuk gres itu paling terang tampak dalam asosiasi perdagangan. Asosiasi yang tadinya informal menjelma kemitraan resmi, atau lebih dikenal sebagai komplotan dagang, teridiri atas para pemegang saham. Persekutuan inilah yang mempunyai kapal-kapal besar, bukan lagi para kapten kapal. (sebelumnya, para pedagang menyewa jasa kapten kapal untuk mengangkut barang ke tempat tertentu). Perkeutuan ini pun mempunyai hak khusus di bidang militer, politik, dan ekonomi di wilayah eksplorasi kita kenal antara lain VOC dari belanda dan EIO dari inggris.

Perdagangan Internasional Masa Revolusi Industri
Sampai pertengahan masa ke-18, perdagangan rempah-rempah menduduki tempat istimewa melebihi komoditas lain. Sekitar tahun-tahun itulah, perdagangan internasional memperoleh bentuk gres lagi. Pemicunya kali ini ialah Revolusi Industri.

Karena Revolusi pertama kali mengmukakan di Eropa, tempat itu menjadi sentra jaringan perdagangan dunia hampir selama masa ke-19. Kegiatan ekonomi Eropa bergantung pada pasar luar negeri sebagai pemasok materi mentah sekaligus pemebli barang jadi buatan pabrik pemasok materi mentah sekaligus pembeli barang jadi buatan pabrik. Itulah sebabnya, perkembangan industri (berarti perkembangan kebutuhan perluasan perdagangan internasional.
Pengaruh Revolusi Industri terhadap perdagangan internasional meliputi sejumlah hal berikut.
  1. Pertumbuhan indutri memacu perdagangan materi mentah. Misalnya, mekanisasi produksi tekstil di Eropa memacu ekspor kapas secara besar-besaran dari Amerika.
  2. Pertumbuhan industri menjadikan revolusi di bidang transportasi. Akibat itu tampak dari munculnya alat-alat transportasi bermesin uap. Transportasi yang semakin cepat dan murah ini pada gilirannya berpegaruh pada perkembangan perdagangan.
  3. Pertumbuhan industri menjadikan produksi massal sehingga pasar harus didefinisikan secara baru. Sebelumnya, wilayah produsen sekaligus juga berperan sebagai pasar (hasil produksi massal, wilayah produsen yang satu harus menjadi paar (pelanggan) bagi wilayah produsen yang lain. Akibatnya, suatu wilayah (negara), harus mengkhususkan dari di bidang produksi tertentu (dibandingkan dengan konsep keunggulan komparatif).

Perdagangan Internasional Masa Perang Dunia
Secara umum, perdagangan internasional mengalami kemunduran selama kedua perang dunia. Selain duduk kasus perang, penyebabnya antara lain pajak perdagangan dan sejumlah hukum yang membatasi kebebasan berdagang. Padahal, dibutuhkan serangkaian konferensi internasional selama beberapa dekade untuk mereformasi hukum itu.
 
Kemunduran paling parah terjadi krisis dunia (The Great Depression) pada tahun 1929. banyak perusahaan bengkrut. Lumpuhnya ekonomi dalam negeri sejumlah negara berakibat lesunya perekonomian dunia. Minimnya transaksi ekspor impor dan Amerika menunjukkan betapa anjloknya perdagangan internasional dikala itu. Pemulihan sudah mulai muncul selama tahun 1930-an, namun kembali ambruk dengan pecahnya Perang Dunia II.
 
Ekspansi Perdagangan Internasi' Masa Informasi
Dunia sehabis Perang Dunia ditandai perbahan dan pembaruan. Gejala itu antara lain muncul dan berakhirnya Perang Dingin (Cold War), bersatu dan berpisahnya negara-negara, serta kritis ekonomi. Di tengah rangkaian itu, dunia menata perekonomiannya. Upaya itu berlandaskan ke sadaran bahwa tidak ada negara lain. Oleh lantaran itu, banyak sekali batasan yang menghambat kolaborasi ekonomi perlu dihilangkan tanpa meniadakan integritas masing-masing negara.
 
Perkembangan kolaborasi perdagangan lintas batas negara turut ditunjang oleh perkembangan pesat informasi. Revolusi di bidang balisasi. Salah satu perkembangan paling janji transaksi sanggup dilakukan dari tempat yang jauh sekalipun, dalam hitungan detik. Akibatnya, perluasan perdagangan internasional semakin cepat.

Sumber: Buku Ekonomi. Suyanto. Nurhadi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Perdagangan Internasional"

Posting Komentar