Antara Puasa Dan Produktivitas Kerja

BlogMFE-ANTARA PUASA DAN PRODUKTIVITAS KERJA-Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana umat Islam diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Pada bulan ini pula semua acara konkret sanggup saja bernilai ibadah, tak terkecuali dalam hal bekerja.

Pada bulan Ramadhan ini, jam kerja menerima "penyesuaian khusus" dibandingkan pada bulan lainnya. Pada beberapa instansi atau perusahaan banyak yang memundurkan jam kerjanya menjadi lebih siang, namun ada pula justru yang memajukan jam kerjanya dengan alasan untuk mengefektifkan produktivitas kerja para karyawannya.
Produktivitas merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (A.A. Anwar Mangkunegara, 2006)
Berapapun jam kerja yang diterapkan oleh instansi atau perusahaan tentu sanggup mempengaruhi produktivitas kerja bagi karyawannya. Sayangnya produktivitas kerja para karyawan pada dikala Ramadhan ini justru "mengendor", hal ini sanggup dilihat dari:
  1. Bagaimana "kesiapan awal" para karyawan dalam memulai pekerjaannya;
  2. Seberapa usang dan sering para karyawan istirahat (pada jam kerja efektif);
  3. Bermalas-malasan dalam hal kerja

Mengendornya produktivitas ini mungkin akan sedikit berbeda jikalau adanya Target yang ketat pada instansi atau perusahaan. Pada bagian administrasi mungkin hanya tertaget pada bagaimana pelaporan (reporting) secara efektif, namun bagaimana pada sektor non-manajerial, ibarat halnya operator produksi atau salesman?

PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN NON-MANAJERIAL PADA BULAN RAMADHAN

Dapat dikatakan pada level non-manajerial justru sasaran kerja yang ditetapkan bertumpu pada level ini, sedikitpun terjadi penurunan produktivitas kerja pada level ini, maka target yang ditetapkan niscaya akan terganggu pula. Untuk itulah produktivitas kerja dan sasaran pada level ini harus sanggup dicapai bagaimana pun caranya.

Problem yang muncul dari hal diatas yaitu akan terjadi "Opportunity Cost" atau pengorbanan untuk menentukan salah satu antara tetap berpuasa tapi produktivitas menurun atau tidak berpuasa hanya untuk mengejar sasaran semata.

Pada realita di lapangan, banyak dari mereka (pekerja non-manajerial) yang menentukan tak berpuasa demi untuk mengejar produktivitas dan sasaran yang ditetapkan yang begitu tinggi. 

Sebagai pola pada salesman yang justru pada kesehariannya berkeliling untuk memperlihatkan produk pada pengecer, dimana banyak yang beralasan bahwa berkeliling menciptakan lebih letih dan menjadi lebih haus sebab paparan sinar matahari siang. Contoh lainnya pada karyawan pergudangan yang kurang lebih memiliki alasan yang sama dengan salesman, hanya saja pada siang hari sering mencicipi ibarat "mandi spa" di gudang.

JEMBATAN ANTARA PUASA DAN PRODUKTIVITAS KERJA

Padahal dengan adanya bulan Ramadhan ini bukan sebagai pereduksi produktivitas kerja para karyawan, namun justru sebagai ladang "jihad". Bekerja pada dikala berpuasa Ramadhan ini justru dapat mendatangkan pahala yang lebih besar dibandingkan pada bulan lainnya, asalkan diiringi dengan produktivitas dan kinerja yang prima.
"Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; Maka apabila kau telah final (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain; dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kau berharap (QS. Al-Insyirah (94):4-8"
Untuk itulah diperlukan hal yang dapat menjembatani antara puasa Ramadhan dengan Produktivitas kerja, ibarat halnya:

NIAT DAN SUGESTI DIRI
Niat merupakan hal yang sangat vital dalam melakukan suatu aktivitas. Niat disini bukan cuma niat yang terucap pada dikala malam hari atau sahur, tetapi keyakinan diri agar aktivitas puasa Ramadhan yang dijalani sanggup berjalan lancar. Niat saja pun tak cukup tapi juga harus diiringi oleh sugesti diri yang besar lengan berkuasa semoga tidak tergoda terhadap hal-hal yang membatalkan puasa. Niat dan sugesti yang dapat dipegang teguh ialah: 
Walaupun pekerjaan saya seperti ini, saya harus sanggup tetap berpuasa dan saya takkan terpengaruhi akan hal-hal yang membatalkannya, walaupun saya menginginkannya. Karena Puasa saya ini pribadi dipertangunggjawabkan kepada Allah, Sang Penerima Amalan.

Saya kuat dan niscaya besar lengan berkuasa dalam menjalani puasa ini..
Mungkin kalimat diatas seperti sebuah "teori" semata, namun jikalau dihayati secara mendalam pasti akan terasa terang makna pertangungjawabannya. 

JANGAN BANYAK ALASAN UNTUK MEMBATALKAN
Memang produktivitas di masa puasa Ramadhan merupakan hal yang berat, tapi bukan berarti kita harus mengorbankan puasa untuk hanya mengejar produktivitas. Banyak dari pekerja non-manajerial itu sendiri yang tetap berpuasa dan bahkan produktivitasnya pun prima.

Apakah yang menciptakan produktivitas kerja prima dan puasa tetap berjalan? Ya.. Jangan banyak alasan untuk membatalkan puasa. Dengan banyak alasan justru akan melemahkan sugesti diri bahwa kita "lemah". Selama fisik kita tidak drop kenapa kita harus membatalkan?  

Jadi jangan ada alasan pergi ke Warteg jam 9 pagi untuk ngopi dan ngerokok :D

MANAJEMEN ORDER PERUSAHAAN 
Order dalam bulan Ramadhan memang tidak berkurang dibandingkan bulan sebelumnya, oleh sebab itu tuntutan untuk mencapai produktivitas yang prima pun harus sama bahkan harus lebih prima. Mengenai hal ini tidak semua karyawan sanggup memiliki produktivitas secara ekstra prima pada dikala puasa, untuk itulah diharapkan manajemen order yang tepat.

Ada baiknya perusahaan mepersiapkan administrasi order dan persediaan dimulai dari 2-3 bulan sebelum Ramadhan, sampai pada dikala dimulainya bulan Ramadhan tidak banyak mengganggu puasa dan juga produktivitas karyawannya.


Keywords:
  1. Tips Bekerja Produktif Saat Berpuasa
  2. Hubungan Puasa dan Produktivitas Kerja
  3. Opini Puasa dan Porduktivitas Kerja
  4. Menyikapi Pekerjaan Saat Berpuasa
  5. Ramadhan Bulan Jihad Bekerja
  6. Pekerjaan Salesman Saat Berpuasa
  7. Bagaimana Cara Berpuasa Padahal Saya Bekerja?
  8. Realitas Produktivitas dikala Puasa Ramadhan
  9. Produktivitas Kerja Operator Mesin Produksi Saat Puasa
  10. Produktivitas Kerja Salesman Produksi Saat Puasa
  11. Manajemen Produktivitas
  12. Produktivitas Kerja Adalah
  13. Produktivitas Kerja Menurut Para Ahli
  14. Bagaimana Karyawan Pabrik Berpuasa?
  15. Memilih Antara Puasa dan Kerja Berat
  16. Penelitian Tentang Produktivitas Kerja Saat Puasa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Antara Puasa Dan Produktivitas Kerja"

Posting Komentar